Polres telah menetapkan tiga pesilat sebagai tersangka saat insiden bentrokan yang terjadi di depan Puskesmas pada hari kedua malam hari acara pengesahan perguruan silat tepatnya, Jumat (21/7/2023) malam. Selain menetapkan 3 tersangka berinisial RM (31) asal Mojokerto, (A) masih anak-anak dan MS (20) asal Sugio, polisi juga mengamankan ratusan motor.

Ratusan motor tersebut belum bisa diambil karena harus menunggu sidang, lantaran terjaring sanksi tilang dengan segala bentuk pelanggaran pada malam mencekam itu dan kini menyebar informasi sumir adanya 1 anggota perguruan silat yang disebut-sebut meninggal. Kabar meninggalnya anggota perguruan silat itu direspon oleh Polres Lamongan dengan melalukan penelusuran.

“Kabar yang tersebar itu hoaks, dan tidak bisa dipertanggungjawabkan,” kata Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro, Minggu (23/7/2023). Anton mengakui, informasi hoaks itu sengaja dihembuskan dan polisi sudah menindaklanjuti melakukan pengecekan sejak tadi malam hingga Minggu siang ini.

Polisi bahkan sudah konfirmasi dan tatap muka langsung dengan beberapa ketua cabang perguruan silat di Lamongan, kesimpulannya tidak ada korban meninggal. “Para ketua cabang perguruan silat bahkan kaget ketika dikonfirmasi soal itu dan mereka memastikan, itu tidak ada,” tandas Anton.

Terkait ratusan motor yang diamankan, itu lantaran pelanggaran lalulintas, semisal berboncengan 3 orang, knalpot brong, tidak ada kelengkapan surat-suratnya. Termasuk tidak memakai helm, serta kelengkapan motor yang tidak ada. Tidak ada spion, dan lampu kelengkapan.

Pihaknya memastikan gesekan yang terjadi malam itu hanya karena para anggota perguruan silat dan penggembira tidak bisa mematuhi arahan anggota mereka yang dilibatkan untuk pam di sejumlah ruas jalan. Ada penggembira datang dari kabupaten tetangga, seperti Mojokerto, Tuban, Bojonegoro dan Gresik.

“Bahkan ada satu tersangka asal Mojokerto, inisial RM. Ada juga tersangka MS yang dipastikan sebagai anggota perguruan silat diluar perguruan silat yang malam itu menggelar pengesahan anggota,” ungkap Anton.

Diakui Anton, bahkan ada dua anggota polisi dari Brimob dan Intel yang kepalanya benjol terkena lemparan batu akibat aksi brutal para pesilat kemudian polisi berhasil menangkap 3 anggota perguruan silat. RM diamankan di perbatasan Tikung dan A di Pertigaan Deket, sedang MS diamankan di wilayah Sugio.

Upaya pasukan gabungan yang menyekat konvoi para pendekar malam itu dibalas para pendekar dengan lemparan batu dan aksi bakar ban di tengah jalan. Bahkan, ratusan pendekar berupaya menerobos barikade polisi.

Sejumlah warga yang kebetulan melintas di lokasi bentrokan, akhirnya terjebak di tengah kerusuhan.
Hujan batu sempat mewarnai bentrokan tersebut, di mana para pendekar yang kecewa nekat melempari polisi dengan batu.

Para pendekar yang menggelar konvoi tersebut, merupakan penggembira pada acara pengesahan anggota baru di sebuah perguruan silat. Upaya penyekatan yang dilakukan polisi, bertujuan menciptakan situasi kemananan yang kondusif. Anton mengimbau pada masyarakat untuk tidak mempercayai adanya kabar meninggal.”Sekali lagi itu berita hoaks,” tandasnya.